BENTUK SEDIAAN OBAT

BENTUK SEDIAAN OBAT
⮚๐Ÿ“ Obat adalah semua zat baik kimiawi, hewani maupun nabati yang dalam dosis layak dapat
digunakan untuk menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit berikut
gejala-gejalanya.
⮚ ๐Ÿ“Dosis layak artinya adalah dosis yang tepat, yaitu tidak over dose ( OD ) atau dosis berlebih dan
tidak under dose ( UD ) atau dosis yang kurang.
⮚ ๐Ÿ“Perhitungan dosis obat biasanya berdasarkan umur pasien, berat badan pasien dan luas
permukaan tubuh.
⮚๐Ÿ“ Apabila obat OD akibatnya bisa keracunan ( gejala yang muncul misalnya pusing, muntah,
berkeringat dingin ) bahkan kematian dan efek terapi atau efek menyembuhkan dari obat tidak
tercapai dan sakitnya tidak segera sembuh.
⮚ ๐Ÿ“Apabila obat UD maka efek terapi atau efek menyembuhkan dari obat tidak tercapai dan
sakitnya tidak segera sembuh.
⮚ ๐Ÿ“Obat memiliki 2 efek, yaitu efek terapi atau efek menyembuhkan dan efek toksik atau efek
racun. Jadi harus hati-hati dalam penggunaan obat agar tidak terjadi keracunan.
⮚๐Ÿ“ Sedikit gambaran perbedaan penyakit dan gejala penyakit adalah sebagai berikut ;
Misalnya penyakit influenza atau flu, biasanya orang yang terserang flu merasakan badan
demam/panas, hidung tersumbat, pusing. Misalnya lagi penyakit TBC atau Tuberculosa, biasanya
orang yang terkena TBC merasakan batuk yang berkepanjangan, nafsu makan turun, demam.
Hal-hal yang dirasakan oleh orang tersebut disebut gejala penyakit.
⮚ ๐Ÿ“Obat-obat yang digunakan pada terapi dapat dibagi dalam 3 golongan besar sebagai berikut :
1. Obat farmakodinamis, yaitu obat yang bekerja terhadap tuan rumah dengan jalan
mempercepat atau memperlambat proses fisiologi atau fungsi biokimia dalam tubuh,
misalnya hormone, diuretic, hipnotika dan obat otonom.
2. Obat kemoterapis, yaitu obat yang dapat membunuh parasit dan kuman di dalam tubuh
tuan rumah. Obat ini memiliki kerja farmakodinamika sekecil-kecilnya terhadap tuanrumah dan berkhasiat membunuh sebesar-besarnya terhadap parasit dan
mikroorganisme. Contohnya anthelmintik, antibiotika, antivirus, sitostatika.
3. Obat diagnostic, adalah obat pembantu untuk melakukan diagnose/pengenalan
penyakit, misalnya untuk pengenalan penyakit lambung usus digunakan barium sulfat
dan untuk saluran empedu digunakan natrium propanoat.
⮚ 
๐Ÿ’‰Macam-macam ilmu yang berhubungan dengan pengobatan dan penyakit antara lain :
1. Farmakologi atau ilmu khasiat obat adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan obat
dengan seluruh aspeknya, baik sifat kimiawi maupun fisikanya, kegiatan fisiologi,
resorpsi dan nasibnya dalam organism hidup.
2. Farmakognosi adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan dan pengenalan obat yang
berasal dari tanaman dan zat-zat aktifnya, begitu juga yang berasal dari mineral dan
hewan.
3. Biofarmasi adalah ilmu yang mempelajari pengaruh formulasi obat terhadap efek
terapeutiknya. Dengan kata lain dalam bentuk sediaan apa obat harus dibuat agar
menghasilkan efek terapi yang maksimal.
4. Farmakokinetika adalah ilmu yang mempelajari perjalanan obat mulai dari saat
pemberiannya, absorbs di usus, transport dalam darah dan distribusi ke tempat
kerjanya. Atau dengan kata lain ini adalah ilmu yang mempelajari ADME ( Absorbsi
Distribusi Metabolisme dan Ekskresi ). Biasa disebut juga dengan dengan ilmu yang
mempelajari segala sesuatu tindakan yang dilakukan tubuh terhadap obat.
5. Farmakodinamika adalah ilmu yang mempelajari kegiatan obat terhadap organism
hidup terutama cara dan mekanisme kerjanya, reaksi fisiologi serta efek terapi yang
ditimbulkannya. Dengan kata lain farmakodinamika mencakup semua efek yang
dilakukan obat terhadap tubuh.
6. Toksikologi adalah ilmu yang mempelajari efek racun dari obat terhadap tubuh.
7. Farmakoterapi adalah ilmu yang mempelajari penggunaan obat untuk mengobati
penyakit atau gejalanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LATIHAN SOAL MATERI BENTUK SEDIAAN OBAT